Kediri Masa Awal Perkembangan Islam (Abad XV-XVII M) Berdasarkan Data Tertulis dan Lisan

Authors

  • Devan Firmansyah Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari (MINHA)) Author
  • Nur Elifianita Susanti Pendidikan Profesi Guru Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (PPG UM) Author

DOI:

https://doi.org/10.63421/sambhasana.v1i2.2025.8

Keywords:

early Islam, epigraphic data, philological data, oral tradition, end of Majapahit, awal Islam, data epigrafis, data filologis, tradisi lisan, akhir Majapahit

Abstract

This study reconstructs the early history of Islam in Kediri during the 15th–17th centuries CE, a period often regarded as obscure due to the scarcity of primary sources. It employs a historiographical method based on foreign chronicles (Portuguese accounts), epigraphic data (the Pětak, Sidåtåpå, and Jiyu inscriptions, as well as the Sětånå Gědong and Campurějå inscriptions), philological sources (Pararaton, Kakawin Banawa Sěkar, Babad Sěngkala, and others), and oral traditions. These sources are classified into primary, secondary, and tertiary data that have undergone verification. The findings offer a clearer reconstruction of the historical dynamics of Kediri from the late Majapahit period to the transitional phase toward the Islamic Mataram era.

----

Kajian ini merekonstruksi sejarah awal perkembangan Islam di Kediri pada abad XV–XVII M, yang selama ini dianggap sebagai periode gelap akibat keterbatasan sumber primer. Kajian ini menggunakan metode historiografi berbasis kronik asing (catatan Portugis), data epigrafis (Prasasti Pětak, Sidåtåpå, dan Jiyu, serta inskripsi Sětånå Gědong dan Campurějå), data filologis (Pararaton, Kakawin Banawa Sěkar, Babad Sěngkala, dan lain-lain), serta tradisi lisan. Sumber-sumber tersebut diklasifikasikan ke dalam data primer, sekunder, dan tersier yang telah melalui proses verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan rekonstruksi yang lebih jelas mengenai dinamika sejarah Kediri dari akhir Majapahit hingga masa peralihan menuju Mataram Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alderley, Lord Stanley of. (1874). The First Voyage Round the World by Magellan: Translated from The Accounts of Pigafetta, and Other Contemporary Writers. London: The Hakluyt Society.

Arifin, Winarsih Partaningrat. (1995). Babad Blambangan: Naskah dan Dokumen Nusantara Seri X. Cetakan I. Yogyakarta: Bentang Budaya dan Ecole Français d’Extrême-Orient.

Bachtum, Ruth. (1982). Cerita Damarwulan. Cetakan I. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Penerbitan Buku Sastra.

Brandes, Jan Laurens Andries; dan Krom, Nicolaas Johannes. (1913). Oud Javaansche Oorkkonden: Nagelaten Transscripties. Batavia-'s Hage: Albrecht & Co.-Martinus Nijhoff.

Brandes, Jan Laurens Andries; Krom, Nicolaas Johannes; Jonker Johan Christoph Gerhard; Kraemer, Hendrik; dan Poerbatjaraka, Raden Mas Ngabehi. (1920). Pararaton (Ken Arok), of Het Boek der Koningen van Tumapěl en van Majapahit. 's Gravenhage-Batavia: Martinus Nijhoff-Albrecht & Co.

Burer, L. (1852). “Aanteekeningen op Eene Reize Naar en in de Omstreken van Malang en Gedurende een Verblijf Aldaar van 1837 tot 1847”, dalam Biäng-Lala: Indisch Leeskabinet tot Aangenaam en Gezellig Onderhoud, Jaargang I, Deel II, disunting oleh W.L. Ritter, W.L. dan L.J.A. Tollens. Batavia: Lange & Co.

Cogan, Henry. (1897). The Voyages and Adventures of Ferdinand Mendez Pinto, The Portuguese. London: T. Fisher Unwin Paternoster Square.

Cortesão, Armando. (1944a). The Suma Oriental of Tomé Pires: an Account of the East, from the Red Sea to Japan, Written in Malacca and India in 1512-1515 and The Book of Francisco Rodrigues, Rutter of a Voyage in the Red Sea, Nautical Rules, Almanack and Maps, Written and Drawn in the East before 1515, Volume I. London: The Hakluyt Society.

Cortesão, Armando. (1944b). The Suma Oriental of Tomé Pires: an Account of the East, from the Red Sea to Japan, Written in Malacca and India in 1512-1515 and The Book of Francisco Rodrigues, Rutter of a Voyage in the Red Sea, Nautical Rules, Almanack and Maps, Written and Drawn in the East before 1515, Volume II. London: The Hakluyt Society.

Damais, Louis-Charles. (1952). “I. Études d'épigraphie Indonésienne”, Bulletin de l'Ecole Française d'Extrême-Orient 46(1): 1-106.

Dames, Mansel Longworth. (1921). The Book of Duarte Barbosa: An Account of the Countries Bordering on the Indian Ocean and Their Inhabitants, Written by Duarte Barbosa and Completed about the Year 1518 A.D. Vol. II. London: The Hakluyt Society.

De Graaf, Hermanus Johannes. (1987). Het Kadjoran Vraagstuk (Masalah Kajoran): Seri Transkripsi/Terjemahan. Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

De Graaf, Hermanus Johannes; dan Pigeaud, Theodoor Gautier Thomas. (1977). “Kadiri en het Geslacht Katawengan ± 1500 ± 1700: Voorlopige Schets van een Staatkundige Geschiedenis”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië (B.K.I) 133(4): 420-237.

De Graaf, Hermanus Johannes; dan Pigeaud, Theodoor Gautier Thomas. (1986). Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Cetakan II. Jakarta: Grafitipers.

De Graaf, Hermanus Johannes; dan Pigeaud, Theodoor Gautier Thomas. (2004). Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI: Antara Historisitas dan Mitos. Cetakan II. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Djajadiningrat, Hoesein. (1913). Critische Beschouwing van de Sadjarah Bantěn: Bijdrage ter Kenschetsing van de Javaansche Geschiedschrijving. Haarlem: Joh. Enschedé en Zonen.

Edel, Jan. (1938). Hikajat Hasanoeddin. Meppel: B. Ten Brink.

Ekawati. (1992). Serat Damarwulan. Cetakan I. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ginanjar, Dody. (2000). “Prasasti dari Sidotopo Śaka 1408 (1486 Masehi) (Suatu Kajian Awal)”. Depok: Universitas Indonesia. [Skripsi, belum diterbitkan]

Groeneveldt, Willem Pieter. (1876). Notes on the Malay Archipelago and Malacca Compiled from Chinese Sources. Batavia-The Hague: W. Bruining-M. Njhoff.

Guillot, Claude; dan Kalus, Ludvik. (2008). Inskripsi Islam Tertua di Indonesia. Cetakan I. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Hardiati, Endang Sri; Djafar, Hasan; Soeroso; Ferdinandus, P.E.J.; dan Nastiti, Titi Surti. (2019). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno (Edisi Pemutakhiran). Cetakan VII. Jakarta: Balai Pustaka.

Hardjowardojo, R. Pitono. (1965). Pararaton. Cetakan I. Jakarta: Bhratara.

Irfan, Nia Kurnia Sholihat. (2008). “Pararaton Revisited: Suatu Penafsiran Baru Mengenai Keluarga Raja-Raja Majapahit”, http://niakurniasholihat.blogspot.com/, diakses pada 15 September 2024.

Kasdi, Aminuddin. (1997). Mengenal Babad Gresik: Telaah Historiografi dalam Studi Sejarah. Surabaya: University Press IKIP Surabaya.

Kasdi, Aminuddin. (2008). “Rona-Rona Sejarah dari Lembang Brantas Masa Kolonial (Abad XIX) dari Kediri”, dalam Sungai sebagai Pusat Peradaban: Prosiding Seminar Perubahan DAS Brantas dalam Perspektif Sejarah, disunting oleh Restu Gunawan. Cetakan I. Jakarta: Direktorat Geografi Sejarah, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Krom, Nicolaas Johannes. (1956). Zaman Hindu. (Penerjemah: Arif Effendi). Cetakan II. Jakarta: P. T. Pembangunan Djakarta.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Cetakan I. Sleman: Tiara Wacana.

Liji, Liang. (2012). Dari Relasi Upeti ke Mitra Strategis: 2.000 Tahun Perjalanan Hubungan Tiongkok-Indonesia. Cetakan I. Jakarta: Kompas.

Ma'arif, Samsul; Budianto, Agus; dan Yatmin. (2021). “Tradisi Selamatan Sumur Gede Di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk”, dalam Prosiding Seminar Pendidikan dan Pembelajaran (SEMDIKJAR): Pembelajaran Adaptif dan Pemanfaatan IPTEKSS Untuk Mendukung Pelaksanaan MBKM, Volume 4, Desember 2021, disunting oleh Anik Lestariningrum et al. Kediri: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Manu. (1987). “Kakawin Banawa Sěkar Tanakung: Studi Mengenai Upacara Śrāddha pada Akhir Majapahit”. Yogyakarta Universitas Gadjah Mada. [Laporan Penelitian, belum diterbitkan]

Marsono dan Supriyanto, I. (1988). Serat Kandhaning Ringgit Purwa Menurut Naskah Tangan Lor 6379 Perpustakaan Universitas Leiden Jilid 9. Cetakan I. Jakarta: Djambatan dan KITLV Jakarta.

Mustopo, Moehamad Habib. (2008). “Situs Islam Setono Gedong Kediri: Kajian Arkeologi dan Epigrafi Islam Masa Peralihan”, dalam Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke-IX Kediri, 23-28 Juli 2002. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

Muljana, Slamet. (1983). Pemugaran Persada Leluhur Majapahit. Cetakan I. Jakarta: PT Inti Idayu Press.

Nadzirin, Otong; dan Burhan. (2012). Auliya Penyebar Islam Kediri & Sekitarnya. Cetakan I. Kediri: Mitra Gayatri.

Ningtyas, Lintang Ayu; dan Ayundasari, Lutfiah. (2023). “Sunan Geseng: The Catalyst of Islamic Renaissance in 15th Century Kediri”, Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam 20 (2): 162-171.

Noegraha, Nindya. (2019). Babad Trunajaya. Jakarta: Perpusnas Press.

Olthof, W.L. (1941). Poenika Serat Babad Tanah Djawi Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegi ing Taoen 1647. 's-Gravenhage: M. Nijhoff.

Padmasoesastra, Ki. (1902). Sadjarah Dalêm Pangiwa lan Panêngên. Semarang-Surabaya: G.C.T. van Dorêp & Co.

Pigeaud, Theodoor Gautier Thomas. (1968). Literature of Java Volume II, Descriptive Javanese Manuscripts: Catalogue Raisonné of Javanese Manuscripts in The Library of The University of Leiden and Other Public Collections in The Netherlands: Codices Manuscripti – X. Leiden: Bibliotheca Universitatis Leidensis Lugduni Batavorum.

Purwanto, Heri. (2023). Pararaton: Biografi Para Raja Singhasāri-Majapahit. Cetakan I. Tangerang Selatan: Javanica.

Raffles, Thomas Stamford. (1817). The History of Java Vol. II. London: John Murray, Albemarle-Street.

Ras, Johannes Jacobus. (1991). “Tradisi Jawa Mengenai Masuknya Islam di Indonesia”, dalam Beberapa Kajian Indonesia dan Islam (Indonesian and Islamic Studies): Kumpulan Karangan (Seri INIS, Jilid IV, Edisi Dwibahasa), disunting oleh W.A.L. Stokhof dan N.J.G. Kaptein. Jakarta: INIS.

Reid, Anthony. (2019). Sejarah Modern Awal Asia Tenggara: Sebuah Pemetaan. Cetakan II. Depok: Pustaka LP3ES Indonesia.

Ricklefs, Merle Calvin. (1978). Modern Javanese Historical Tradition: A Study an Original Kartasura Chronicle and Related Materials. London: School of Oriental and African Studies, University of London.

Ricklefs, Merle Calvin. (2007). Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Cetakan III. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Risca, Chicilia. (2019). “Desa Brodot, Bandar Kedungmulyo Kisah Lolosnya Ki Ageng Qore’", https://www.majalahsuarapendidikan.com, diakses pada 20 September 2024.

Rouffaer, Gerret Pieter. (1899). “Het Tijdperk van Godsdienstovergang (1400-1600) in den Maleischen Archipel 1e Bijdrage Wanner is Madjapahit Gevallen?”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië (B.K.I) 50(1): 111-199.

Rowe, Ian Leonard. (1991). “Trade and Society in Gresik: From Earliest Times to 1625”. Armidale: University of New England. [Tesis, belum diterbitkan]

Ruswadji; dan Koesdisarwodjo. (1984). Mengungkap sejarah Kadiri kuna. Makalah disajikan dalam Simposium Sejarah Kadiri Kuna, Lembaga Javanologi dan Universitas Kadiri, Yogyakarta, 28–29 September.

Santoso, Budi; Muryadi; dan Sukaryanto. (2003). “Manfaat Prasasti dalam Penulisan Sejarah Lokal: Sebuah Kajian Lokal Kediri”. Surabaya Universitas Airlangga. [Laporan Penelitian, belum diterbitkan]

Schrieke, Bertram Johannes Otto. (1916). Het Boek van Bonang. Utrecht: P. Den Boer.

Sidomulyo, Hadi. (2007). Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapañca. Cetakan I. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Sjamsudduha. (2000). “Peran Para Wali Penyebar Islam di Jawa Terhadap Runtuhnya Kerajaan Majapahit (Studi terhadap Naskah Badu Wanar dan Drajat)”, Qualita Ahsana: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Keislaman 2(2):179-200.

Sjamsudduha. (2006). Walisanga Tak Pernah Ada? (Menyingkap Misteri Para Wali dan Perang Demak-Majapahit: Telaah Naskah Pegon Badu Wanar dan Drajat). Cetakan I. Surabaya: JP Books.

Soemåsěntikå, Mas; dan Van den Broek, P.W. (1902). De Geschiedenis van Het Rijk Kědiri: Opgeteekend in het Jaar 1873. Leiden E.J. Brill.

Soeparno, Siti Halimah. (2014). Serat Babad Kadhiri Anggitanipun: Mas Ngabei Purbawidjaja & Mas Ngabei Mangunwidjaja (Kisah Berdirinya Sebuah Kejayaan). Cetakan III. Kediri: Boekhandel Tan Khoen Swie.

Sunyoto, Agus. (2017). Atlas Walisongo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo sebagai Fakta Sejarah. Cetakan VII. Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN.

Sutjipto, F.A. (1968). "Struktur Burokrasi Mataram (Djaman Kartasura)", Madjalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia IV (1,2): 51-70.

Suyami, Nurhajarini, Dwi Ratna, dan Sutjiatiningsih, Sri. (1999). Tinjauan Historis dalam Babad Kadhiri. Cetakan I. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jakarta, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tanoyo, Raden. (1975). Kidungan Ingkang Djangkep. Cetakan I. Surakarta: Toko Buku “Sadu-Budi” Solo.

Van Balen, J. Hendrik. (1890). De Kroon van Mataram: Historisch Verhaal van den eersten Krijgstocht der Nederlanders in de Binnenlanden van Java. Amsterdam: Jan Leendertz & Zoon.

Yamin, Muhammad. (1962). Tatanegara Madjapahit Jaitu Risalah Sapta Parwa Berisi 7 Parwa Hasil Penelitian Ketatanegaraan Indonesia Tentang dasar dan Bentuk Nusantara Bernama Madjapahit, 1293-1525: Parwa II. Cetakan I. Jakarta: Jajasan Prapantja.

Zoetmulder, Petrus Josephus. (1983). Kalangwan Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Cetakan I. Jakarta: Djambatan.

Downloads

Published

23-07-2026

Issue

Section

Articles