Sesajen Pada Upacara Sima Masa Jawa Kuno Abad 9-10 Masehi: Sebuah Analisis Jenis dan Fungsi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.63421/sambhasana.v1i2.2025.10

Keywords:

sesajen, upacara sīma, masyarakat kuno, sīma ceremony, ancient society

Abstract

This study examines offerings (sesajen) in the sīma establishment ceremony in Ancient Java, aiming to identify their types, functions, and associated actors. Using an epigraphic method, it analyzes 11 inscriptions from the 9th–10th centuries CE alongside relevant literature on Hindu religion and Javanese culture. The results show that offerings fall into three main categories and function as a medium of communication with deities and ancestral spirits. They also signify ritual sanctity and legitimize sīma designation, reflecting the continuity of religious practices in Ancient Javanese society.

----

Penelitian ini mengkaji penggunaan sesajen dalam upacara penetapan sīma pada masa Jawa Kuno, dengan tujuan mengidentifikasi jenis, fungsi, serta pihak yang terlibat. Metode yang digunakan adalah analisis epigrafi terhadap 11 prasasti abad ke-9–10 M yang telah dialihaksarakan, serta studi pustaka terkait religi Hindu dan budaya Jawa Kuno. Hasil menunjukkan bahwa sesajen terbagi dalam tiga kategori utama dan berfungsi sebagai media komunikasi religius dengan dewa dan leluhur. Sesajen juga menjadi penanda kesakralan dan legitimasi penetapan sīma, sekaligus mencerminkan praktik religi masyarakat Jawa Kuno.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baal, J. van. (1976). Offering, Sacrifice, and Gift. Numen, vol. 23 Fasc. 3. 1G1—178.

Bakker, J. W. M. (1972). Ilmu Prasasti Indonesia. Jogjakarta: Jurusan Sejarah Budaya IKIP Sanata Dharma.

Brinkgrieve, Francis. (1997). Offerings to Durga and Pertiwi in Bali. Asian Folklore Studies, 56 (2), 227—251.

Boechari. (2012). Epigrafi dan Sejarah Indonesia. Dalam Boechari, Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti hal. 3—28. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Buhnemann, G. (1988). Pūjā: A study in Smārta Ritual. Institute for Indology University of Vienna: Vienna

Das, Veena. (1983). Language of Sacrifice. Man 18(3): 445–462.

Ferro-Luzzi, G. (1978). Food for the Gods in South India: An Exposition of Data. Zeitschrift Für Ethnologie, 103(1), 86-108. Retrieved November 3, 2020, from http://www.jstor.org/stable/25841633

Haryono, Timbul. (1980). Gambaran Tentang Upacara Penetapan Sīma. Majalah Arkeologi, Th. III No.1-2, hlm. 33-54. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia

Haryono, Timbul. (1999). Sang Hyang Watu Teas dan Sang Hyang Kulumpang: Perlengkapan Ritual Upacara Penetapan Sīma Pada Masa Kerajaan Mataram Kuna. Humaniorano. 12 September-Desember 1999 hal. 14—21.

Heriyanti, K. (2020). Keutamaan Api Sebagai Simbol Dewa Agni Dalam Aktivitas Ritual Keagamaan Umat Hindu. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu 2 (1) hal. 71-80

Jones, Antoinne-Barret. (1984). Early Tenth Century Java from the Inscriptions: A Study of Economic, Social, and Administrative Conditions in the First Quarter of the Century. Foris Publication: Amsterdam.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses secara dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/

Lelono, T.M. Hari. (1991). Tradisi Alat Logam Bagi Masyarakat Jawa. Artikel Proceeding Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV: Metalurgi dalam Arkeologi di Kuningan, 10-1G September 1991 hal. 393-400

Mahanizar. (1989). Upacara Penetapan Sīma Pada Masa Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala dan Rakai Watukuran Dyah Balitung. Skripsi S1 Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Maulana, Ratnaesih. (1994). Kegunaan Prasasti Sebagai Sumber Penulisan Sejarah dan Ikonografi. Lembaran Sastra hal. 38—G1. Depok: Universitas Indonesia

Maziyah, Siti. (2010). Daerah Otonom Pada Masa Kerajaan Mataram Kuna: Tinjauan Berdasar Kedudukan Dan Fungsinya. Paramita vol. 20 no. 2 hal. 117—128.

Menon, I. Food as a Link between the Visible and the Invisible: An Exploration into Hindu Rituals. The Investigator, 9.

Nastiti, Titi Surti. (2009). Perempuan Jawa: Kedudukan dan Peranannya dalam Masyarakat Abad VIII-XV. Disertasi Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Poesponegoro, M. dan Nugroho Notosusanto (eds). (2010). Sejarah Nasional Indonesia Jilid II cet. 4 Edisi Pemutakhiran. Balai Pustaka: Jakarta

Prasad, Ram Chandra. (1987). The Upanayana: The Hindu Ceremonies of the Sacred Thread. Delhi: Motilal Banarsidass.

Rema, N dan Sunarya, N. (2015). Lingga Berhias Padma Aṣṫadala. Forum Arkeologi 28 (2), hal. 79 – 88

Rodrigues, H. (2018). Nine Nights of the Goddess: The Navaratri Festival in South Asia. New York: SUNY Press.

Santiko, Hariani. (2011). Pujā-Caru Pada Masyarakat Jawa Kuna. Paramita, Vol. 21 No. 2 hal. 125-137

Saputra, I.P.A. (2017). Pis Bolong: Akulturasi Cina Dan Bali Dalam Eksistensi Sejarah Lokal. Proceeding Seminar Nasional Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan, 2G April 2017.

Sarkar, Himansu Bhusan. (1959). Corpus of The Inscriptions Of Java Vol. II. Calcutta: Firma K.L. Mukhopadhyay

Soesanti, Nini. (1992). Masalah Sekitar Ketentuan Status ‘Sīma’ Pada Masyarakat Jawa Kuna. Laporan Penelitian Fakultas Sastra UI. (tidak diterbitkan)

Soesanti, Nini. (1996). Prasasti Sebagai Data Sejarah Kuno. Laporan Penelitian Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Soesanti, Nini. (1997). “Analisis Prasasti” dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII Cipanas, 12-1GMaret 199G, Jilid I hal.171-182. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Suhadi, Machi dan Soekarto, M.M. (1986). Berita Penelitian Arkeologi No. 37: Laporan Penelitian Epigrafi Jawa Tengah. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Departemen Kementerian dan Kebudayaan

Suta, I Made. (2018). Fungsi Dan Makna Lingga Dalam Ajaran Agama Hindu. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 13(2), hal. 88-100

Van Naerssen, F. (1937). Twee Koperen Oorkonden van Balitung. Dalam Koloniaal Instituut te Amsterdam, Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 95(1), 441-4G1. doi: https://doi.org/10.11G3/22134379-900013G4

Wurjantoro, Edhie. (2018). Anugerah Sri Maharaja: Kumpulan Alihaksara dan Alihbahasa Prasasti-Prasasti Jawa Kuna dari Abad VIII-XI. Depok: Departemen Arkeologi Fakultas Imu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Zoetmulder. (1982). Old Javanese-English Dictionary. Diakses pada 4 Februari-1 November 2020 secada daring melalui http://sealang.net/ojed/.

Downloads

Published

23-07-2026

Issue

Section

Articles